Kram Kaki Bagi Pesepakbola Harus Ditangani Seperti Ini

Kram pada kaki kerap terjadi dan dialami seseorang ketika berada dalam keadaan tertentu sehingga membuat tidak nyaman. Namun tahu kah Anda apa sebenarnya penyebab terjadinya kram pada kaki khususnya bagi pemain sepak bola? Masseur tim Persikabo 1973, Indar Istiqnan. Pria yang lahir di Jepara 8 Oktober 1994 itu mengatakan bahwa terjadinya kram pada bagian kaki pesepak bola disebabkan oleh beberapa faktor.

"Faktor utamanya yakni kurangnya pemanasan sebelum memulai latihan dan juga kram kaki bisa disebabkan oleh kelelahan," jelasnya, Selasa (1/12/2020). Untuk itu, Indar menganjurkan bahwa seorang pesepak bola wajib melakukan pemanasan serta didukung dengan peralatan yang tepat. "Untuk menghindari terjadinya kram bagi pemain sepak bola adalah melakukan pemanasan yang baik, cukupi kandungan mineral bagi tubuh, gunakan sepatu yang nyaman, dan latihan yang rutin (mempersiapkan otot)," ujarnya.

Terkait penanganan, Indar menegaskan bahwa seseorang yang mengalami kram kaki harus melemaskan otot dan menghentikan aktifitas. "Hentikan aktifitas dan lemaskan otot serta seseorang harus melakukan peregangan ringan," tegasnya. Selain kram kaki, pemain sepak bola juga kerap menderita otot bagian paha tertarik.

Pria yang juga merupakan anggota TNI (Yonif 315 Garuda) tersebut menjelaskan bahwa apabila pemain sepak bola mengalami otot paha tertarik maka tidak dianjurkan untuk langsung dilakukan massage (pijat). Lebih lanjut, pria yang tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Semarang jurusan Keolahragaan tahun 2012 itu menegaskan bahwa perlu perawatan khusus apabila pemain mengalami otot bagian paha tertarik. "Ketika pemain cedera pada bagian otot paha, orang awam pasti anggapannya langsung di pijat atau di massage, dan itu padahal tindakan yang salah. Justru hal tersebut bisa mengakibatkan cedera semakin parah. Kita harus menununggu masa akut kurang lebih 5 6 hari terlebih dahulu," jelasnya.

Indar menegaskan bahwa hal yang tidak boleh dilakukan ketika baru saja menderita otot paha tertarik yakni pijat dan beberapa hal lainnya. "Yang tidak boleh dilakukan antara lain massage (pijat), memberikan kompres panas, melakukan kegiatan atau latihan dan alkohol (karena mengandung radikal bebas)," tegasnya. Sedangkan untuk penanganan, Indar menjelaskan pemain dapat melakukan pengobatan dengan metode teretentu.

"Untuk penanganan kita bisa menggunakan metode RICE Yaitu Rest, Ice, Compresson, Elevasi. Analisa tepat, diagnonsa tepat, penanganan tepat, sembuh cepat," tandasnya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.